Jumat, 28 Februari 2014

Sang Penyair "Ya Saman"


Kamsul Arifuddin Harla
Kamsul Arifuddin Harla, Siapakah dia? Mungkin sebagian besar dari kita tak pernah tahu sosoknya. Namun, tahukah anda bahwa Kamsul Arifuddin Harla merupakan seorang budayawan lokal dari kota Palembang? Ya, Samsul Arifuddin Harla merupakan salah satu seniman musik yang cukup terkenal di kota Palembang. Lagu – lagu yang diciptakan oleh beliau adalah lagu – lagu berbahasa melayu Palembang.
                Nyelek Belumban perahu bidar di Sungai Musi. Janganlah lupo beli telok abang. Cantik rupo penyabar dan baek ati. Adek manis bermabut panjang dikuncit kepang. Demikian lirik lagu “Ya Saman”. Salah satu lagu ciptaan Kamsul Arifuddin Harla yang sangat terkenal baik di nusantara maupun di mata dunia.
Awalnya, lagu “Ya Saman” diciptakan oleh Kamsul Arifuddin Harla untuk keperluan pentas teater festival Sriwijaya. Kata “Ya Saman” memiliki arti “Ya Ampun”. Lagu ini tercipta di tahun 2005, sebagai bentuk bentuk kerinduan beliau pada bahasa daerah Palembang yang semakin jarang terdengar.
Lagu “Ya Saman” telah  digunakan untuk album Visit Musi yang dibiayai oleh pemerintah setempat. Selain untuk album Visit Musi, lagu ini juga telah digunakan untuk acara penutupan SEA Games 2011. Namun bukannya senang, beliau malah kecewa dan kesal. Hal ini karena panitia penyelenggara SEA Games tidak meminta ijin untuk menyajikan lagu ini di depan publik internasional. Bahkan, yang membuat Kamsul Arifuddin Harla semakin naik pitan adalah ketika penyajian lagu “Ya Saman”, nama beliau tidak disebutkan sebagai pencipta.
Kamsul Arifuddin Harla juga pernah mendapatkan pengharggan Anugerah Dewan Kesenian Sumatera Selatan untuk bidang Seni Musik 2012. Meskipun nama Kamsul Arifuddin Harla sudah cukup dikenal, kehidupan yang dijalani beliau tidaklah mewah. Menurut beliau, hal ini karena lagu – lagu yang diciptakannya lebih banyak tersebar dalam bentuk bajakan. Memang sangat miris jika kita melihat kenyataan tersebut. Sehari – harinya Kamsul Arifuddin Harla bekerja sebagai pelatih musikalisasi puisi di beberapa sekolah di Palembang dan sebagai perantara jual beli mobil.
Meski minim tanda jasa, Kamsul Arifuddin Harla tidaklah menyerah. Beliau tetap berusaha untuk menjaga warisan budaya Hal ini terbukti dari lagu – lagu ciptaanya yang lain yang memadukan musik tradisional dan music modern. Selain melalui seni musik, beliau juga mewariskan budaya Palembang melalui kelompok teater miliknya yang juga sering mengadakan pentas di sekitar kota Palembang. Meski seni daerah seni daerah belum mampu menghidupi diri dan keluarganya, beliau bertekad tak akan meyerah menghidupkan seni.

1 komentar: